Qatar Gandeng BTN Bangun 100.000 Hunian Senilai Rp 34,1 Triliun

2025-04-09 05:16:36

Add to bookmarkAdded

Perusahaan investasi asal Qatar, AlQilaa International Group melakukan langkah strategis untuk mendukung program perumahan nasional dengan menjalin kemitraan dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Kerja sama ini bertujuan untuk merealisasikan pembangunan satu juta unit hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kesepakatan penting ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara BTN dan AlQilaa International Group di Doha, Qatar, pada Selasa (8/4/2025). Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut, menuturkan kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah terjalin antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Chairman AlQilaa International Group sekaligus Perwakilan Kerajaan Qatar, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, pada awal Januari 2025.

Dia berharap setelah kesepakatan ini, prosesnya dapat berlanjut menuju perencanaan dan perancangan proyek, serta proses konstruksi.

BTN akan menjadi bank yang mendukung inisiatif ini dengan menyalurkan pembiayaan kepemilikan hunian kepada masyarakat Indonesia. "Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir pada hari ini dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Qatar," ujar Fahri. Chairman AlQilaa International Group, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Indonesia terhadap kontribusi Qatar dalam pembangunan perumahan di Indonesia. "Kami berharap kemitraan ini dapat melangkah menuju hubungan yang erat antara kedua negara untuk mendukung kesejahteraan rakyat Indonesia," katanya. 

Tahap Awal, 100.000 Hunian Vertikal di Perkotaan 

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan keseriusan BTN dalam menyukseskan program perumahan nasional melalui kolaborasi strategis dengan AlQilaa International Group. "Kami menjalin kemitraan strategis dengan Investor asal Qatar AlQilaa International Group yang dalam tahap awal akan membangun 100.000 hunian," jelas Nixon. Menurut Nixon, tahap awal ini akan difokuskan pada hunian vertikal seperti apartemen atau rumah susun bersubsidi di wilayah perkotaan padat penduduk, seperti Jakarta. AlQilaa Group diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 20.000 dolar AS atau ekuivalen per unit hunian, atau total sekitar 2 miliar dollar AS (Rp 34,1 triliun) untuk pembangunan 100.000 unit tersebut. Dalam skema kerja sama ini, BTN akan berperan sebagai penyalur pembiayaan kepemilikan hunian yang dibangun oleh AlQilaa Group.

Pembiayaan akan tersedia melalui opsi akad konvensional maupun syariah bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi kriteria yang disepakati oleh BTN dan AlQilaa Group, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"BTN mendukung visi besar Program Tiga Juta Rumah bagi rakyat Indonesia melalui kolaborasi internasional. Kami meyakini bahwa pembangunan 100.000 unit rumah pada fase pertama menjadi langkah kongkret menuju pemenuhan kebutuhan papan yang layak dan terjangkau," tegas Nixon. Nixon meyakini, kerja sama dengan AlQilaa Group ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan BTN, terutama dalam sektor pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan sektor konstruksi dan perbankan, serta mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Qatar. Nixon juga menegaskan komitmen BTN untuk tidak hanya menyalurkan KPR dan pembiayaan konstruksi, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai manfaat memiliki rumah bagi kehidupan pribadi dan keluarga. Sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dengan proyeksi aset mencapai Rp 500 triliun pada tahun ini, BTN telah menjadi pemimpin pasar pembiayaan rumah dengan pangsa pasar KPR sebesar 39 persen. Sejak tahun 1976, BTN telah merealisasikan lebih dari 5,6 juta unit KPR, di mana 2,2 juta unit di antaranya disalurkan dalam 10 tahun terakhir. (Sumber: Kompas.com)