Berkat Irigasi Baru, 110 Hektar Sawah di Bogor Panen Tiga Kali Setahun

2026-07-07 05:43:05

Add to bookmarkAdded

Rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membawa dampak nyata terhadap produktivitas pertanian. Sebanyak 110 hektar lahan sawah yang dialiri saluran tersebut kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan produktivitas itu ditandai dengan naiknya Indeks Pertanaman (IP) dari semula rata-rata 200 menjadi 300.

Artinya, para petani kini dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun berkat distribusi air yang lebih merata.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurut dia, ketersediaan air yang lebih terjamin akan mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani. "Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dody, Minggu (28/6/2026).

Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Bogor 

Selain di Kecamatan Sukamakmur, Kementerian PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin.

Total panjang saluran yang ditangani mencapai 1,91 kilometer dengan cakupan layanan irigasi seluas 338 hektar lahan persawahan. Dody juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier agar air dapat didistribusikan secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian. "Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier," tegasnya. 

Untuk mempercepat pelaksanaan Inpres Irigasi, Kementerian PU menggandeng Kementerian Pertanian dalam pendataan serta pembangunan jaringan irigasi secara simultan. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih akurat sehingga pembangunan irigasi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya dapat dilaksanakan lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data.

Melalui penguatan sistem irigasi dan sinergi antarlembaga, pemerintah optimistis produktivitas sektor pertanian dapat terus terjaga di tengah tantangan perubahan iklim. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber: kompas.com)