Karhutla di Kapuas Meluas 10 Hektar, Pemadaman Dibantu Pompa Air

2026-09-03 06:40:37

Add to bookmarkAdded

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Desa Petak Batuah A2 Dadahup, Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektar. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II Palangkaraya turut mendukung penanganan kebakaran tersebut dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman pada Selasa (1/9/2026). BWS Kalimantan II melalui tim UPI Dadahup mengerahkan 10 personel untuk membantu pemadaman secara langsung di lokasi.

Selain itu, satu unit pompa portable berkapasitas 3 inci digunakan untuk memompa air menuju area yang terbakar. Kepala BWS Kalimantan II Palangkaraya Achmad Victor Samodra mengatakan, sumber air untuk mendukung pemadaman berasal dari saluran tersier yang berada di sekitar lokasi. “BWS Kalimantan II Palangkaraya mendukung upaya pemadaman Karhutla melalui penyediaan sarana pompa dan dukungan personel di lapangan. Sumber air yang digunakan berasal dari saluran tersier dan dipompa menuju lokasi kebakaran,” ujar Achmad, dikutip dari siaran pers, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian PU dalam memastikan ketersediaan sumber daya air untuk membantu penanganan kekeringan dan kebakaran lahan. Penanganan Karhutla dilakukan di tengah kondisi cuaca panas dan kekeringan akibat musim kemarau. Kondisi di lokasi juga cukup menantang karena terdapat kabut dan asap. Akses menuju lokasi kebakaran turut menjadi kendala. Jalan menuju area terdampak sulit dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda tiga atau tosa sehingga mobilisasi personel dan peralatan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area di sekitarnya.

Air Bersih Kebutuhan Dasar

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemenuhan air menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kekeringan, terutama ketika sumber air masyarakat mulai mengering. “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Dody.

Selain membantu pemadaman, BWS Kalimantan II melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pemantauan kondisi lapangan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan sumber daya air tetap tersedia selama proses penanganan Karhutla berlangsung. Kementerian PU melalui BWS Kalimantan II Palangkaraya akan terus memantau kondisi sumber daya air di wilayah terdampak dan memberikan dukungan sesuai kewenangan dalam penanganan Karhutla serta mitigasi dampak kekeringan. (Source: kompas.com)