Marketplace Properti Ramai Tawarkan Hotel Bali

2026-09-22 06:36:13

Add to bookmarkAdded

Hotel, vila dan resort di Bali kini semakin banyak muncul di marketplace properti dengan nilai penawaran mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Fenomena tersebut berlangsung ketika permintaan properti komersial Bali masih terkontraksi, meski tekanan mulai mereda pada triwulan II 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan, penurunan permintaan properti komersial dapat menjadi indikator awal kondisi bisnis yang memanfaatkan aset tersebut. “Penurunan permintaan property komersial merupakan indikator awal bahwa masyarakat pemilik dana/modal melihat perkembangan bisnis yang memanfaatkan property tersebut, misalnya ruko, hotel, vila, saat ini dan dalam jangka tertentu ke depan sedang stagnan atau kurang baik,” ujar Achris, Senin (21/9).

Data Survei Properti Komersial BI Bali menunjukkan Indeks Permintaan Properti Komersial pada triwulan II 2026 masih terkontraksi 5,50 persen secara tahunan. Meski membaik dari kontraksi 9,27 persen pada triwulan I 2026, sejumlah segmen utama masih berada di zona negatif. Permintaan hotel terkontraksi 9,71 persen, apartemen sewa 27,48 persen dan perkantoran sewa 14,61 persen.

Tekanan juga terjadi pada harga. Indeks Harga Properti Komersial Bali triwulan II 2026 terkontraksi 4,99 persen secara tahunan, membaik dari kontraksi 5,85 persen pada triwulan sebelumnya. Pada segmen hotel, harga turun 5,25 persen secara tahunan. Kondisi tersebut, menurut Achris, dapat memengaruhi keputusan pemilik aset dalam mempertahankan atau melepas propertinya.

“Di sisi pemilik aset property komersial, salah satu respons terhadap kondisi perkembangan bisnis yang memanfaatkan hotel, vila, ruko ke depan yang kurang baik adalah menjual asetnya,” kata Achris. Penjualan aset, lanjut dia, dapat menjadi strategi untuk mengurangi beban operasional ataupun melepas properti yang dinilai kurang produktif.

Fenomena penawaran tersebut terlihat pada sejumlah marketplace properti digital. Di Dot Property, misalnya, terdapat ratusan listing hotel dan resort di Bali. Sejumlah aset ditawarkan dengan nilai sekitar Rp225 miliar untuk hotel 173 kamar di kawasan Kuta, sekitar Rp255 miliar untuk resort 189 kamar, serta aset hotel-resort lainnya dengan nilai penawaran hingga sekitar Rp300 miliar.

Marketplace Rumah123 juga menampilkan sejumlah aset hospitality dengan nilai tinggi. Di antaranya resort di Pecatu sekitar Rp130 miliar, hotel-resort di Sanur sekitar Rp300 miliar serta aset resort/vila di Ubud sekitar Rp500 miliar. Namun, banyaknya listing tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai banyaknya transaksi jual-beli yang terealisasi karena penawaran di marketplace berbeda dengan data transaksi atau peralihan kepemilikan.

Di tengah maraknya penawaran aset, BI mencatat pasokan properti komersial Bali pada triwulan II 2026 masih tumbuh 4,39 persen secara tahunan. Pasokan hotel meningkat 2,35 persen dan ritel sewa 10,74 persen. Kondisi pasokan yang bertambah ketika permintaan belum sepenuhnya pulih membuat persaingan semakin ketat. BI mencatat perubahan preferensi wisatawan, sensitivitas harga wisatawan domestik serta dinamika geopolitik global turut memengaruhi sektor hotel. Meski demikian, perbaikan pariwisata pada periode peak season triwulan III 2026, terutama dari pasar Australia, diprakirakan menopang kinerja properti komersial Bali. (Source: nusabali.com)