Potensi Pembangunan Indonesia Timur Mendorong Inovasi Material Bangunan Tahan Cuaca Ekstrem

2026-09-22 06:42:19

Add to bookmarkAdded

Pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur di wilayah timur Indonesia terus memicu permintaan material bangunan berkinerja tinggi.

Merespons tren tersebut, pabrikan keramik porselen mulai berfokus mengembangkan inovasi produk yang mampu bertahan menghadapi tantangan iklim dan cuaca ekstrem lokal.

Kebutuhan material untuk area terbuka kini tidak lagi sekadar menuntut estetika, melainkan juga ketahanan jangka panjang terhadap paparan cuaca.

Langkah ini menjadi strategi penting bagi pelaku industri untuk memperluas jangkauan pasar di kawasan timur yang mencatatkan kebutuhan material cukup beragam.

Chief Executive Officer Niro Granite Indonesia, Jimmy Liew, menyatakan bahwa kawasan timur Indonesia memegang peranan strategis dalam peta pertumbuhan industri bangunan nasional.

“Pasar di wilayah timur Indonesia memiliki potensi besar dan karakteristik kebutuhan material yang makin dinamis. Langkah ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi dengan para arsitek, pengembang, dan pelaku industri di daerah,” ujar Jimmy di sela pameran IndoBuildTech (IBT) Surabaya 2026.

Pengujian Ketahanan Material

Salah satu tantangan utama penggunaan material porselen pada area outdoor dan semi-outdoor adalah penurunan kualitas akibat perubahan cuaca harian.

Untuk memastikan daya tahan material, pengujian laboratorium menjadi acuan standar baku bagi para pengembang dan arsitek sebelum menentukan pilihan produk.

Dalam pengujian ketahanan cuaca (weathering test) yang dilakukan di RAK Materials Consultant, Singapura, inovasi permukaan porselen terbaru menjalani simulasi paparan ekstrem selama 2.000 jam.

Angka simulasi tersebut setara dengan penggunaan di area terbuka selama lima tahun tanpa penurunan kualitas struktur yang signifikan.

“Pengujian ketahanan cuaca ini menjadi pembuktian teknis agar material tetap stabil, tahan lama, dan aman digunakan pada area luar ruangan yang sering terpapar hujan serta panas terik,” kata Jimmy.

Visualisasi Digital dalam Pemilihan Material

Selain inovasi ketahanan fisik, tren pemilihan material bangunan saat ini mulai mengarah pada pemanfaatan teknologi digital.

Kehadiran layanan visualisasi desain tiga dimensi (3D) secara instan di lokasi pameran membantu para profesional maupun pemilik hunian dalam mensimulasikan tata letak sebelum proses konstruksi dimulai.

Melalui integrasi antara sampel fisik dan pemodelan digital, konsumen dapat membandingkan berbagai tekstur permukaan porselen—seperti seri Burlington, Dash and Alloy, hingga Gravity—secara presisi.

Cara ini dinilai efisien dalam meminimalkan risiko kesalahan rancang bangun serta mempercepat pengambilan keputusan proyek. (Source: tribunnews.com)