Didominasi Pembiayaan Perumahan, Laba BTN Syariah Meroket Hingga 70 Persen

2023-11-28 20:19:44

Add to bookmarkAdded

Pada kuartal III tahun 2023, Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan lonjakan laba yang tinggi bahkan mencapai 70 persen.

Pada kuartal III tahun 2023, Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan lonjakan laba yang tinggi bahkan mencapai 70 persen. Merujuk pada laporan keuangan Bank BTN, tercatat laba bersih UUS BTN secara tahunan (year on year/YoY) mencapai Rp 400,89 miliar atau naik 70,40 persen dibandingkan kuartal III tahun 2022 yakni Rp 235,27 miliar. 

Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif BTN Syariah ini sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah.

“Mayoritas masyarakat Indonesia beragama muslim dan merupakan basis nasabah yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” jelas Nixon di Jakarta, Senin (27/11/2023).

Perolehan laba bersih BTN Syariah tersebut disumbang penyaluran pembiayaan per kuartal III 2023 yang naik hingga 17,94 persen YoY dari sebelumnya Rp 30,35 triliun menjadi Rp 35,79 triliun. Pembiayaan perumahan tercatat masih didominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah. Porsinya bahkan sebesar 97,43 persen.

Pada periode yang sama, BTN Syariah juga berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 36,25 triliun atau naik 16,76 persen secara tahunan dibandingkan tahun lalu yakni Rp 31,05 triliun. Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat naik 17,26 persen secara tahunan dari Rp 41,29 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp 48,41 triliun per kuartal III/2023.

Capaian Keuangan Bank BTN

Laba bersih BTN Syariah juga turut menopang perolehan laba bersih Bank BTN. Per kuartal III/2023, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp 2,31 triliun atau sesuai target perseroan. (Sumber: Kompas.com)