Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjamin pengelolaan lahan dan tata ruang tidak mengganggu area pertanian. "Pengelolaan lahan untuk tata ruang harus hati-hati karena tidak boleh mengganggu lahan pertanian untuk ketahanan pangan nasional," kata AHY di Kampus Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (12/9/2024). AHY memastikan, komitmen Kementerian ATR/BPN dalam pengelolaan administrasi lahan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga tidak terjadi konversi lahan secara sembarangan. "Kita tidak ingin semua lahan di negeri ini beralih fungsi, terutama lahan sawah yang krusial untuk ketahanan pangan," jelasnya.
Kementerian ATR/BPN juga berusaha mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks kota dan komunitas yang berkelanjutan, dengan mengharuskan banyak kota untuk menyediakan setidaknya 30 persen Ruang Terbuka Hijau di wilayah mereka untuk menyerap karbon secara alami.
"Kita mengimplementasikan kebijakan mixed-used planning and compact city dalam mengembangkan kota dan membawa dampak besar untuk menurunkan emisi karbon secara besar-besaran," ujarnya. Sesuai dengan kewenangannya, Kementerian ATR/BPN ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan serta pengurangan kesenjangan yang tertuang dalam SDGs melalui program Reforma Agraria.
Pada program yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah ini, dalam kurun waktu 10 tahun Kementerian ATR/BPN telah berhasil mendaftarkan 12,5 juta hektar tanah yang kemudian dapat dimanfaatkan masyarakat. "Kita yakin tanpa tanah tidak akan ada makanan, tidak ada kehidupan, dan tidak ada masa depan. Oleh karena itu, kita mengimplementasikan Reforma Agraria, kebijakan strategis yang menargetkan untuk meredistribusikan kepemilikan tanah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Selama dua hari di Surabaya, AHY pada Rabu (11/9/2024) kemarin menjadi keynote speaker dalam International Conference of UNAIR Postgraduate School. Pada Kamis pagi, AHY dijadwalkan mengikuti ujian tertutup kelayakan disertasi program doktoral yang diambilnya di Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. (Sumber: Kompas.com)